Pembentukan Sel Kelamin

30 Juni 2013

Pembentukan Sel Kelamin

Sel kelamin atau gamet merupakan sel yang berfungsi untuk bereproduksi secara seksual pada makhluk hidup. Proses pembentukan gamet disebut juga gametogenesis. Struktur yang dapat menghasilkan gamet adalah gonad.

Gamet memiliki jumlah kromosom setengah dari induknya ( n ). Gamet dibentuk dari pembelahan meiosis sel-sel pada gonad. Mayoritas gamet makhluk hidup telah mengalami rekombinasi genetik melalui proses pindah silang pada meiosis. Berikut ini adalah beberapa contoh gamet makhluk hidup.

1. Sperma
Sperma adalah gamet jantan pada hewan. Sperma dibentuk pada testis, tepatnya pada Tubulus seminiferous. Struktur dari sel sperma meliputi kepala, badan atau bagian tengah, ekor atau flagellum. Bagian kepala pada sperma terdapat acrosome yang mengandung enzim untuk membantu proses fertilisasi. Bagian tengah terdiri dari organela mitokondria sebagai penghasil energi. Bagian ekor atau flagellum berfungsi sebagai alat pergerakan sperma.

Pembentukan sperma atau spermatogenesis meliputi :
spermatogonium → spermatid primer → (2) spermatid sekunder → (4) spermatosit

2. Sel Telur
Sel telur atau ovum adalah gamet betina pada hewan. Ovum dibentuk pada ovarium dan memiliki ukuran sel yang lebih besar dari sel sperma. Sitoplasma dari ovum terdiri dari yolk yang kaya akan nutrisi. Nutrisi ini digunakan apabila sel telur mengalami peleburan dengan sel sperma dan berkembang menjadi zigot serta pertumbuhan embrio.

Pembentukan ovum atau oogenesis meliputi :
oogonium → oosit primer → (1) oosit sekunder, (1) polar body → (1) ovum, (3) polar body

3. Mikrospora
Pada beberapa divisi tumbuhan, mikrospora merupakan sel kelamin jantan. Pada Angiospermae, mikrospora dibentuk dalam kantung polen dalam anter yang terletak di ujung distal pada stamen. Pembentukan mikrospora atau mikrosporogenesis yaitu diawali dengan pembelahan mikrosporogonium secara meiosis. Setelah dihasilkan empat mikrospora haploid, masing-masing mikrospora mengalami kariokinesis sehingga memiliki dua inti. Salah satu inti akan membelah lagi menjadi dua. Sehingga hasil akhir mikrosporogenesis dari satu mikrosporogonium adalah empat sel mikrospora yang memiliki satu inti vegetatif dan dua inti generatif. Inti vegetatif berfungsi membuka jalan menuju ovulum pada pistillum. Sedangkan inti generatif satu bertugas membuahi sel telur dan inti generatif dua bertugas membuahi inti polar membentuk endosperma sebagai cadangan nutrisi bakal embrio.

4. Megaspora atau Ovum
Megaspora merupakan sel kelamin betina pada tumbuhan. Megaspora pada angiospermae juga sering disebut ovum. Ovum dibentuk pada ovulum dibagian dalam dinding ovarium yang terletak di dasar pistillum. Pembentukan ovum atau megasporogenesis diawali pembelahan meiosis satu sel pada ovulum menghasilkan empat megaspora dan menjadi satu megaspora karena tiga megaspora mengalami reduksi. Inti megaspora yang bertahan akan membelah secara kariokinesis sebanyak tiga kali sehingga dihasilkan delapan inti sel. Tiga intisel akan menjadi sel antipoda, dua inti sel menjadi inti polar, dua inti sel menjadi sinergid, dan satu sel menjadi sel telur. Dua inti polar akan dibuahi inti generatif dua menjadi endosperma yang triploid. Satu sel telur akan dibuahi inti generatif satu menjadi zigot yang diploid.

Bagikan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More